Tuesday, December 18, 2007

MALAYSIA, NEGARA MALING PUSAT RASIS DI ASIA TENGGARA

Telah menjadi rahasia umum bahwa saat ini Malaysia tengah diguncang isu rasisme, dimana pada akhirnya etnis-etnis marjinal seperti India dan China angkat bicara soal kebobrokan Negara ini terhadap hak-hak asasi manusia।

Sebenarnya kita (bangsa Indonesia) tidak lagi kaget dengan kejadian ini, sebab telah bertahun-tahun terjadi “pemerkosaan” hak-hak asasi manusia terutama bagi para tenaga kerja dari luar Malaysia (tidak hanya terbatas Indonesia, tapi juga dari Vietnam, Phillippina, Kamboja) semua disiksa sampai mati। Apa orang-orang Malaysia itu pikir mereka adalah segala-galanya, maka sebenarnya sangat kloplah kalau orang-orang Malaysia itu berteman akrab dengan kaum Yahudi Israel yang menganggap etnisnyalah yang paling mulia sedangkan etnis lain tidak lebih hanya sekedar pelayan hina yang tak patut untuk dihormati.

Malaysia sebagai Negara Islam sangat jauh dari pencerminan Islami। Di Negara Islam mana yang sanggup melegalkan judi dan prostitusi sebagai sumber devisa Negara. Hanya di Malaysialah yang demikian. Sehingga wajarlah kalau dikatakan bahwa Negara ini sebagai Negara “biadab”, Negara judi dan prostitusi yang bertopengkan Islam.

Lantas, siapa pula yang “maling teriak maling”, jelas Malaysia। Hutan-hutan di Indonesia terutama di Kalimantan, habis dibabat oleh cukong-cukong Malaysia, hutan-hutan di Sumatra habis dibakar oleh bandit-bandit Malaysia, dan asapnya mampir di negara tersebut. Selanjutnya dengan liciknya mereka memutarbalikkan fakta dan informasi bahwa Indonesialah yang membakar dan mengirim asapnya. Sebenarnya dari hal kecil ini Malaysia harusnya membuka mata bahwa hanya dengan ”asap” saja Indonesia sudah bisa menguasai Malaysia.

Selanjutnya siapakah yang meracuni para generasi muda Indonesia dan Asia Tenggara lainnya dengan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya? Sudah pasti Malaysia। Para cukong-cukong dan bandit Malaysia dengan kedok diplomatik justru menjadi pengedar narkoba (putau, ekstasi, dll) di negara-negara Asia Tenggara dan yang terbesar di Indonesia.

Belum lagi ditambah pencurian budaya dan pulau-pulau Indonesia. Yang paling memalukan adalah pengakuan reog ponorogo sebagai budaya Malaysia. Sungguh memalukan, sejak kapan orang-orang melayu pintar menari Jawa dan mengklaimnya sebagai budaya mereka? Apa mereka juga bisa “nembang” Jawa layaknya tembang-tembang dalam tarian reog Ponorogo?
Maka lengkaplah julukan Malaysia sebagai negara maling, pencuri klas kakap, negara rasis tidak berprikemanusiaan, negara judi dan prostituís, negara racun dan semua yang buruk adalah Malaysia alis Maling-sia।

Maka hati-hatilah negara-negara Asia Tenggara lainnya yang punya budaya dan peradaban tinggi seperti Vietnam, Kamboja, Philippina, Thailand, Brunei, Myanmar, jangan-jangan kekayaan budaya kalian juga turut dicuri oleh Malaysia….

No comments: