Tuesday, January 8, 2008

BOLMONG “TERBEBAS”

Sulut Harus Siap Lepaskan Bolmong
Pemekaran Bolmong Timur dan Selatan hampir pasti bisa direalisasikan tahun 2008 ini. Ini akan menjadi anda bahwa Propinsi Sulawesi Utara (Su-lut), harus siap-siap melepas Bolmong, seiring makin siap-nya Propinsi Totabuan terwu-jud karena akan memiliki 5 kabupaten/kota. Apalagi tokoh penting di Bol-mong seperti Bupati Ny Mar-lina Moha-Siahaan (MMS) dan Drs Jainuddin Damopolii, te-lah menegaskan bahwa
sete-lah Bolsel dan Boltim disah-kan, maka perjuangan beri-kutnya adalah menuntut pe-mekaran Propinsi Totabuan. Oleh sebab itu, begitu surat presiden terkait pembahasan Bolsel dan Boltim diterbitkan, MMS cs segera mengambil tin-dakan ‘jemput bola’. MMS me-mastikan dirinya dan Ketua Panitia Pemekaran (Panpem) Bolmong Drs Jainudin Damopolii, akan segera ke Jakarta terkait hal ini. “Ini adalah rah-mat yang pantas kita syukuri bersama. Saya dan ketua Pan-pem bersama para pejuang pe-mekaran di Bolsel dan Boltim akan segera ke Jakarta berte-mu dengan Komisi II DPR RI dan Mendagri, untuk melengkapi semua persyaratan sebe-lum bayi kembar kedua ini diketuk menjadi daerah otonomi sendiri,” ujar MMS kepada se-jumlah wartawan usai memimpin rapat di ruang Pembangunan Kantor Bupati, Selasa (08/01) kemarin. Sedangkan Drs Jainudin Damopolii, terlihat tak mampu menyembunyikan rasa gembiranya. Meski telah menjabat se-bagai Sekkot Kotamobagu, na-mun Damopolii dikenal selalu berada di baris terdepan dalam setiap perjuangan merealisa-sikan Bolsel dan Boltim. “Perjuangan Boltim dan Bolsel ini memang baru dimulai awal 2007 lalu. Sehingga dengan turunnya Ampres (baca Surpres, red), disimpulkan bahwa perjuangan dua daerah baru ini lebih cepat daripada Bolmut dan KK yang sudah terlebih dahulu menjadi daerah otonomi baru,” aku Damopolii, sembari mengakui setelah Bolsel dan Boltim terealisasi, perjuangan pemekaran akan terus berlanjut dengan pembentukan Propinsi Totabuan. Sementara itu, dua tokoh kunci dalam perjuangan peme-karan bayi kembar kedua ini, Drs Hi Sehan Mokoapa-Mokoagow dari Boltim dan Hi Syam-sudin K Moha BBA dari Bolsel, sama-sama menitip ungkapan terima kasih kepada Presiden SBY yang begitu cepat merespons aspirasi masyarakat. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bolmong yang telah memberikan restu, sehingga setiap ge-rak perjuangan Ketua Panpem menuai hasil sebagaimana diharapkan. Mari kita sambut kelahiran dua daerah baru ini dengan penuh suka
cita,” kata Kudji dan Sehan yang ditemui secara terpisah, dan nampak gembira.(tus)
Kutipan Berita Harian Komentar Hari Rabu – 9 Januari 2008 (www.hariankomentar.com)

Tiba saatnya masyarakat Totabuan mengikuti jejak saudaranya dari Gorontalo yang telah lebih dahulu memisahkan diri dari cengkeraman “diskriminasi SARA” di Provinsi Sulawesi Utara. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang-orang dari Bolmong dan Gorontalo sampai kapanpun tidak akan menjadi “Top Policy Maker” di Sulawesi Utara. Sementara, sharing pembangunan dari propinsi masih kembang kempis. Maka tiba saatnya untuk memisahkan diri, dari pada terus menerus menjadi “kambing congek” di Sulawesi Utara. Sementara etnis Minahasa yang mendominasi Sulut mungkin cukup bernapas lega karena berkurang lagi rival beratnya. Namun masih ada satu wilayah lagi yang sudah sejak lama berwacana untuk mendirikan propinsi sendiri lepas dari Sulut, yaitu Sangihe dan Talaud (termasuk di dalamnya SITARO). Sehingga pada nantinya Propinsi Sulawesi Utara hanya akan tersisa Kabupaten-Kota di wilayah Minahasa. Maka bagaimana lagikah dan kemana lagikah propinsi tersebut akan meraup PAD nya dengan wilayah dan sumberdaya alam sekecil itu. Kita lihat saja nanti, apakah memang Sulut akan tetap ada ataukah akan terpecah-pecah lagi, sehingga berakibat pada “punah”nya propinsi ini.

No comments: