Sunday, October 12, 2008

Analisis Zona Agroekologi Skala 1 : 50.000 di Bolmong Utara - Sulut

SUMMARY
Sebahagian besar lahan pertanian di Sulawesi Utara dimiliki secara individu oleh petani, sedangkan lahan yang dimiliki oleh perusahan yang bergerak dalam bidang pertanian relatif sedikit. Bagi perusahan, setiap memulai usaha pertanian telah melakukan kajian terutama yang menyangkut kesesuaian lahan, sehingga resiko kegagalan usaha diminimalisir. Sedangkan bagi petani yang umumnya hanya memiliki lahan yang relatif kecil 1 – 2 ha, tidak pernah memikirkan aspek biofisik, iklim maupun kesesuaian lahan dalam perencanaan usahataninya, penyebabnya adalah antara lain kemampuan petani untuk mengakses teknologi masih terbatas khususnya informasi teknologi seperti dimaksud di atas, tetapi dari beberapa pengalaman komoditas yang mempunyai prospek pasar menunjukkan penyerapan teknologi akan cepat berkembang apabila produk yang dihasilkan ada jaminan pasar dan harga. Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara khususnya di wilayah pantai utara memiliki luas wilayah terluas se-kab. Bolmong. Sehingga pada tahun 2007 telah dipersiapkan untuk menjadi Kabupaten sendiri terpisah dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Wilayah Pantura Bol Mong dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas kelapa, padi sawah, padi ladang, jagung, sapi dan kambing di Sulawesi Utara. Kondisi topografi yang landai berbukit sampai bergunung merupakan wilayah yang rawan terjadi degradasi lahan, baik akibat erosi maupun akibat pemanfaatan lahan yang tidak berwawasan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah 1). Menyusun peta zona agroekologi kabupaten Bolaang Mongondouw bagian utara; 2). Menyusun basis data dan informasi sumberdaya lahan kabupaten Bolmong bagian utara termasuk data sistem pertanian, dan sosial ekonomi kedalam suatu system jaringan yang berstruktur; 3) Menyusun peta kesesuaian lahan skala 1: 50.000 untuk berbagai komoditas pertanian yang mempunyai prospek dan peluang pasar; 4) Menyusun peta pewilayahan komoditas skala 1 : 50.000 untuk Kab. Bolmong bagian utara.; 5) Menyusun arahan tipe penggunaan lahan komoditas unggulan daerah untuk mendukung FSZ. Sedangkan keluarannya adalah : 1). Data dan informasi sumberdaya lahan Bolaang Mongondow bagian utara yang disajikan dalam bentuk peta skala 1:50.000 dilengkapi dengan narasinya yang dapat dijadikan dasar untuk perencanaan pengembangan komoditas unggulan pertanian spesifik lokasi; 2) Basis data sumberdaya lahan dan sosial ekonomi Bolaang Mongondow bagian utara secara bertahap dalam suatu jaringan yang berstruktur.; 3) Peta kesesuaian lahan dan arahan tipe penggunaan lahan 1: 50.000 untuk berbagai komoditas pertanian unggulan. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Bolmong Bag.Utara yang terdiri dari 6 kecamatan yaitu Sangkub, Bintauna, Bolaang Itang Timur, Bolaang Itang Barat, Kaidipiang dan Pinogaluman. Tahapan kerja terdiri dari persiapan (pengumpulan data sekunder, penyusunan peta dasar, penyusunan peta satuan lahan), penelitian lapangan (pengambilan sampel tanah, air, data primer sosek, topografi, iklim, curah hujan), selanjutnya penyusunan/ pembuatan peta pewilayahan komoditas sesuai prosedur standar dari BBSDLP Bogor. Berdasarkan bentuk wilayah di daerah penelitian dengan lereng <8%>40% untuk hutan konservasi. Lahan dengan bentuk wilayah datar hingga berombak cukup potensial untuk pengembangan pertanian lahan basah (padi sawah, perikanan air tawar) terutama pada wilayah cekungan atau dataran antar perbukitan, dan pertanian lahan kering termasuk hortikultura sayuran. Sedangkan lahan bergelombang perbukitan dan cukup potensial untuk pengembangan tanaman tahunan/perkebunan dengan menerapkan teknik konservasi tanah. Pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan di daerah penelitian berpeluang cukup besar untuk diterapkan melalui berbagai bentuk intervensi yaitu intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi, dengan tanpa harus merubah penggunaan lahan yang telah ada. Faktor pembatas atau penghambat yang harus diatasi terutama di daerah perbukitan dan pegunungan adalah lereng yang curam dan tertoreh, peka erosi yang penyebarannya cukup luas di daerah penelitian. Pewilayahan komoditas pertanian terdiri dari Pertanian lahan basah (tanaman pangan/hortikultura) dataran rendah seluas 3.952 ha, pertanian lahan basah (tanaman perkebunan dan hortikultura) dataran rendah seluas 6.662 ha, pertanian lahan kering (tanaman pangan/perkebunan/hortikultura) dataran rendah seluas 372 ha, pertanian lahan kering (tanaman perkebunan/hortikultura) dataran rendah seluas 16.202 ha, hutan lahan basah dataran rendah seluas 3.218 ha, hutan lahan kering dataran rendah seluas 93.010 ha, hutan lahan kering dataran tinggi seluas 32.748 ha, dan penggunaan lain sekitar 1.568 ha.
Keywords : analisis zone agro ekologi, peta pewilayahan komoditas





No comments: